Selasa, 06 September 2011

Tangis Pedih Sang Pengembara Waktu


 Dalam sunyi ku tatap indahnya gemerlap dunia, tapi gundah gulana tak pernah tertepiskan walau hanya sesaat
Ku mencari apa arti mimpi burukku " ku tak lepas dari cengkeraman buasnya lisanku, dari hati yang tak kunjung merindu apa yang seharusnya dirindu ".

Hari demi hari hanya bayangan dari perulangan waktu, waktu yang berlalu dan meninggalkaku sendiri...
Tak tahu harus bagaimana ku lewati dan ku jalani sisa waktuku,
Kehidupanku yang bagaikan bola lampu suram hanya tinggal menunggu keredupan selamanya...

Hidupku yang hanya bagai kisah fiktif belaka, tak ada yang peduli kemanapun ku akan melangkah,,
Bagai anak ayam kehilangan induknya
Dalam gelapnya malam tanpa pelita mengarungi kefanaan dunia
Seorang diri...
Tanpa penuntun arah, hanya berbekal rasa takut yang menggelora.
Berpikir sejenak,
    " Betapapun berusahanya aku keluar dari jeratan hidupku..
      yang setiap saat menghantuiku, setiap detik membisikiku dengan kata-kata maut
      yang seolah akan menerkamku dari berbagai arah yang ku tak tahu...

      Sebesar apapun harapanku dan usahaku... hanya terasa sia-sia sekarang.
      Hidup-matiku tak ada yang tahu, besar-kecil harapanku tak ada yang ukur...
      Jadi, untuk apa aku bersusah payah ? sedang tak seorangpun yang merasakan keberadaanku,
      merindukan canda tawaku yang telah aus termakan zaman... "

Mungkin kini hanya tinggal aku dan bayanganku yang tetap bersatu, sedang jiwa dan perasaanku sedang mengembara di alam khayal, tapi satu saja aku yakin... bahwa aku tak sendiri... :

Mungkin hanya DIA yang tahu dan peduli padaku...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar